Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

RPP FIQIH SEMESTER 2 KELAS 3

RPP FIQIH-KELAS-3-SMT-2 by fitriyana yulianti on Scribd

ppt bab 4 puasa ramadhan

BAB 4 Puasa Ramadan kelas 3

BAB 4

Puasa Ramadan


          Puasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan.
Puasa dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.Barang siapa melaksanakan puasa Ramadan karena iman dan ikhlas karena Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan segala yang membatalkan puasa mulai dari terbut fajar sampai terbenam matahari.Kewajiban melaksanan puasa RAmadan terdapat pada surah Al Baqarah 183.
        Setiap melaksanan ibadah puasa Ramadan harus memperhatikan ketentuan di dalam mengawali dan mengakhiri puasa dengan cara :
a. Rukyat : melihat hilal (bulan sabit awal bulan ramadan), dilihat dengan mata kepala atau                     menggunakan alat.
b. Menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari
c. Mendengarkan atau membaca pengumuman dari pemerintah melaui kementerian Agama dari             Televisi ,radio atau surat kabar.
d. Mengikuti perhitungan ilmu hisab (falak)
Macam-macam puasa yang diisyaratkan dalam islam adalah :
Puasa wajib yaitu puasa Ramadan.
Puasa kafarat.
Puasa Nazar.
Puasa Qada
Macam-macam puasa sunah :
Puasa 6 hari di bulan Syawal.
Puasa Asyura tanggal 10 Muharam.
Puasa Arafah tanggal 9 Zulhijah.
Puasa senin dan kamis.
Puasa ayyamulbid ((puasa tiga hari setiap bulan yaitu tanggal 13,14,15    bulan Qomariah).
Puasa yang dilarang atau diharamkan :
Idulfitri.
Iduladha.
Hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijah)
Syarat wajib puasa :
1. Beragama Islam.
2. Baliq.
3. Berakal sehat,
4. Kuat berpuasa.
Syarat Sah Puasa :
1. Islam.
2. Mumayiz (dapat membedakan baik dan buruk).
3. Suci dari haid dan nifas bagi perempuan.
4. Pada waktu yang diperbolehkan atau tidak haram.
Rukun Puasa :
1. Niat puasa.
2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak subuh hingga magrib.
Perbuatan sunah yang bisa dilakukan ketika berpuasa :
1. Menyegerakan berbuka puasa jika sudah tiba waktunya.
2. Berbuka dengan yang manis.
3. Mengakhiri makan sahur.
4. Memperbanyak sedekah.
5. Memberi makanan untuk berbuka puasa.
6. Membaca doa saat berbuka puasa.
Amalan-amalan yang memiliki pahala besar :
1. Tadarus Al-Qur'an.
2. Memperbanyak zikir dan doa.
3. I'tikaf.
4. Menyebar kebaikan kepada orang lain.
5. Umrah,
Hal-hal yang membatalkan puasa :
1. Makan dan minym dengan sengaja.
2. Muntah degan sengaja.
3. Keluar darah haid atau nifas.
4. Hilang akal.
5. Murtad.
6. Berniat membatalkan puasa.
Orang yang boleh meninggalkan puasa :
1. Orang yang sedang sakit. (berpuasa di lain hari)
2. Sedang bepergian jauh (musafir).(berpuasa dilain hari)
3. Orang yang sudah tua atau pikun.(membayar fidyah)
4. Orang hamil atau menyusui bayi )berpuasa di lain hari atau membayar fidyah).
Niat puasa ramadhan :
         Nawaitu souma godhin an adaa i, fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi taaalaa
Perbuatan yang dapat mengurangi pahal puasa :
Berbuat kejelekan, berkata dusta.
Pembicaraanyang membuat suasana gaduh.
Bertengkar atau memaki teman.
Berkumur atau menghisap air ke hidung dengan keras waktu wudhu.
Mengumpat dan menggunjing.
Mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Marah dan emosi.
Berdusta.
Berkata keji.
Mendengar , melihat hal yang buruk.
Makan dan minum berlebihan.
Menyia-nyiakan waktu.
Manfaat melaksanan ibadah puasa :
Melatih disiplin spiritual.
Menjadi dasar disiplin moral.
Dapatmembentuk jiwa sosial.
Menjaga kesehatan tubuh dan anggota lainnya.
Mempertebal rasa syukur kepada Allah.
Melatih keikhlasan.
Melatih berbuat yang terbaik dalam amal.
Melatih menjadi orang yang istiqomah.

Selasa, 19 Desember 2017

video kelas 3 sholat bagi orang yang sakit

ppt bab 3 fiqih sholat bagi orang sakit kelas 3

BAB 3 salat bagi orang sakit

BAB 3 Salat Bagi Orang Sakit

        Bagi orang sakit tidak dapat melakuan salat dengan berdiri boleh dikerjakan sambil duduk. Apabila tidak dapat dikerjakan dengan duduk boleh sambil berbaring dengan sekedar menggerakkan beberapa anggota badan. Jika tidak bisa sambil duduk dan berbaring bisa di kerjakan  hanya dengan kedipan mata. Bacaan salat bagi orang sakit sama seperti salat yang dilakukan keadaan norma.

Syarat salat dengan duduk :
1. Menghadap kiblat dan berniat salat fardu sambil duduk.
2. Mengangat kedua tangan (takbiratulihram), membaca doa iftitah, Surat Al Fatihah dan salah satu         surat dalam Al Qur'an.
3. Rukuk dengan meletakkan tangan di lutut (dengan menundukkan kepala).
4. Iktidak mengangkat kedua tangan (dengan kepala di tegakkan)
5. Sujud dengan cara membungkukkan kepala dan badan.
6. Duduk tahiyat awal atau akhir dilakukan semampunya.
7. Salam dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri.
Cara salat dengan berbaring :
1. Dua kaki diarahka ke kiblat. Kepala ditinggikan dengan alas bantal dan muka di arahkan ke                 kiblat. Berniat dan takbiratulikhram.
2. Bersedekap, membaca doa iftitah , Al Fatihah dan surat dalam Al Qur'an. Rukuk dan sujud                 cukup dengan isyarat.
3. Tahiyat awal dan akhir dilakukan sesuai kemampuan. Kedua tangan tidak bersedeka.
4. Salam dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri.


video fiqih sholat jumat kelas 3

PPT BAB 2 Sholat Jumat kelas 3

BAB 2 Sholat Jum'at Kelas 3

BAB 2 Salat Jum’at

            Salat Jum’at adalah salat 2 rakaan yang dilaksanakan secara berjamaah setelah dua khutbah pada waktu Dzuhur setiap hari Jum’at. Hukumnya Fardu bagi setiap orang laki-laki dewasa. Orang yang meninggalkan salat Jum’at dengan sengaja berdosa besar. (Al Jumu’ah 9)

Syarat wajib salat Jum’at
•         Beragama Islam
•         Telah balig
•         Berakal sehat
•         Laki-laki
•         Tidak ada halangan

Dianggap berhalangan jika :
•         Sakit
•         Dalam perjalanan
•         HUjan lebat sehingga menyulitkan jalan menuju masjid
•         Kesulitan lain seperti kebakaran, kebanjiran

Salat Jum’at dianggap sah bila memenuhi persyaratan :
•         Diadakan di daerah pemukiman, tidak sah di lakukan di lading yang bukan penduduk menetap
•         Dilakukan secara berjamaah dilakukan secara berjamah
•         Dilakukan pada wakty dxuhur
•         Dikerjakan setelah khutbah

Perbuatan sunah sebelum salat Jum’at :
•         Mandi
•         Berpakaian yabg baik disuahan berwarna putih
•         Memakai wangi-wangian
•         Memotong kuku
•         Menggunting dan menyisir rambut dengan rapi
•         Secepatnya dating ke Masjid
•         Salat sunah tarbiyatul Masjid
•         Membuat Al Qur’an

          Agar salat Jum’at memperoleh pahala dan bermanfaat harus memperhatikan cara-cara salat Jum;at sebagai berikut :
•         Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dan mengucapkan doa  Allahummaf tah lii abwaa             barohmatika
•         Sebelum duduk di masjid melakukan salat sunah Tahiyatul Masjid
•         Sebelum khutbah dimulai kita berzikir, berdoa dan membaca al qur’an
•         Saat khutbah di bacakan kita dengarkan dengan baik
•         Tidak boleh berbicara saat khotib berkhutbah
•         Segera bangkit melaksanakan salat ketika mendengar ikamah
•         Meluruskan saf salat Jum’at
•         Makmum tidak boleh mendahului imam.

RPP Fiqih Kelas 3

RPP FIQIH KELAS 3 by fitriyana yulianti on Scribd

MODUL FIQIH KELAS 3

MODUL FIQIH KELAS 3 by fitriyana yulianti on Scribd

VIDEO SHOLAT KELAS 3

PPT BAB 1 SHOLAT ROWATIB KELAS 3

Bab 1 fiqih kelas 3 sholat sunah rawatib

BAB 1 Salat Sunah Rawatib

Salat sunah rawatib 
     Adalah salat sunah yang dikerjakan beriringan dnegan salat fardu, yaitu sebelum atau sesudah salat fardu.

Salat Sunah Rawatib Qabliyah 
    Adalah Salat sunah rawatib yang di kerjakan sebelum salat fardu

Salat sunah rawatib ba’diyah 
    Adalah Salat sunah rawatib yang di kerjakan sesudah salat fardu
Tujuan Salat sunah rawatib 
1. Penyempurna salat fardu
2. Mendapatkan banyak kebaikan
3. Doa kita akan di kabulkan
4. MEngandung beberapa hikmah

Pelaksanaan 
    Melaksanakan salat sunah rawatib harus dilandasi niat tulus karena Allah SWT bukan karena biar dikira anak saleh atau anak rajin

Salat sunah rawatib muakad (dianjurkan pelaksanannya)
rinciannya berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw
2 rakaat sebelum salat Zuhur
Usholli sunnatadzuhri rok’ataini qobliyyatan lillahi ta’ala
2 rakaat sesudah salat Zuhur
Usholli sunnatadzuhri rok’ataini ba’diyyatann lillahi ta’ala
2 rakaat sebelum salat subuh
2 rakaat sesudah salat magrib
2 rakaat sesudah salat isya

Salat sunah rawatib gairu muakad (kurang ditekan pelaksanaannya)
2 rakaat sebelum dan sesudah salat Zuhur yang dikerjakan setelah 2 rakaat salah sunah rawatib muakad
4 rakaat sebelum salat asar
2 rakaat sebelum sholat magrib
2 rakaan sebelum salat Isya

Yang perlu di perhatikan dalam salat sunah rawatib :
Tidak di dahului azan dan ikamah
Dilaksanakan secara munfarid (sendirian)
Jika lebih dari 2 rakaat, setiap 2 rakaat salam
Sebaiknya tempat mengerjakan pindah sedikit dari salat fardu Diawali niat menurut macam salatnya

Rabu, 08 November 2017

FIQIH

Pelajaran 1
SHALAT RAWATIB
A.    Pengertian
Shalat sunah rawatib adalah shalat sunah yang dikerjakan beriringan dengan shalat fardhu, yaitu sebelum atau sesudah shalat fardhu.
Shalat sunah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut qabliyah, sedangkan yang dikerjakan sesudah sholat fardhu disebut ba’diyah.
Tujuannya menambah atau menyempurnakan kekurangan yang mungkin terdapat pada shalat-shalat fardhu.
B.      Niat Shalat Sunah Rawatib
1.      Niat Shalat Sunat Qobla Subuh
 اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
2.      Niat Shalat Sunat Qobla Dzuhur
 اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
3.      Niat Shalat Sunat Ba'da  Dzuhur
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
4.      Niat Shalat Sunat Qobla Ashar
اُصَلِّيْ سُنَّةَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
5.      Niat Shalat Sunat Qobla Maghrib
 اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
6.      Niat Shalat Sunat Ba'da Maghrib
اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
7.      Niat Shalat Sunat Qobla Isya
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
8.      Niat Shalat Sunat Ba'da  Isya
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
C.    Bilangan Rakaat Shalat Sunah Rawatib
Bilangan rakaat shalat sunah rawatib muakkad adalah
1.      2  rakaat sebelum sholat dhuhur
2.      2 rakaat sesudah shalat dhuhur
3.      2 rakaat sesudah shalat maghrib
4.      2 rakaat sesudah shalat isya’
5.      2 rakaat sebelum sholat subuh
Bilangan rakaat shalat sunah rawatib ghairu muakkad adalah
1.      4 rakaat sebelum dan sesudah shalat dhuhur
2.      2 rakaat sebelum shlata maghrib
3.      2 rakaat sebelum shalat isya’
D.    Keutamaan Shalat Sunah Rawatib
1.      Penyempurna shalat fardhu
2.      Mendapatkan banyak kebaikan
3.      Doa kita akan dikabulkan oleh Allah
4.      Mngandung beberapa hikmah yang tidak kita dapatkan dalam ibadah yang lain
E.     Membiasakan Shalat Sunah Rawatib
Melaksanakan shalat sunah rawatib harus dibiasakan sejak kecil agar nanti terbiasa melakukan hal-hal yang sunah. Cara pelaksanaan shalat sunah rawatib sama dengan shalat wajib, baik gerakan maupun bacaannya. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan shalat sunah rawatib, yaitu
1.      Tidak didahului adzan dan iqamah
2.      Dilaksanakan secara munfarid
3.      Bacaannya tidak dinyaringkan
4.      Jika lebih dari dua rakaat, setiap dua rakaat satu salam
5.      Sebaiknya tempatt mengerjakan shalat sunah rawatib pindah sedikit dari tempat shalat fardhu
6.      Diawali dengan niat menurut macam shalatnya
PELAJARAN 2
SHALAT JUM’AT
A.    Hukum Shalat Jum’at
Berdasarkan QS. Al-jumu’ah : 9 bahwa  shalat jum’at hukumnya fardhu bagi setiap orang laki-laki yang dewasa, baik sedang sibuk bekerja, bermain maupun sedang santai. Kita wajib segera melaksanakan shalat jum’at apabila telah datang waktunya. Orang yang meninggalkan sholat jum’at denagn sengaja hukumnya dosa besar.
B.     Syarat Wajib Dan Sah Shalat Jum’at
Syarat wajib shalat jum;at
1.      Islam
2.      Baligh
3.      Berakal
4.      Laki-laki
5.      Tidak ada halangan
Adapun mereka yang dianggap berhalangan sebagai berikut
1.      Sakit hingga tidak memungkinkan pergi shalat jum’at
2.      Dalam perjalanan
3.      Hujan lebat hingga menyulitkan jalan menuju ke masjid
4.      Kesulitan-kesulitan lain yang tidak memungkinkan shalat jum’at
Shalat jum’at dianggap sah apabila sudah memenuhi persyaratan berikut:
1.      Diadakan di daerah pemukiman, baik di kota maupun di desa dan tidak sah dilakukan di ladang yang bukan penduduk menetap
2.      Dilakukan secara berjamaah
3.      Dilakukan pada waktu dhuhur
4.      Dikerjakan psetelah khotbah
C.    Waktu Shalat Jum’at
Shalat jum’at dilaksanakan pada hari jum’at sebanyak dua rakaat setelah khutbah, waktunya sama dengan waktu sholat dhuhur yaitu mulai kira-kira pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB.
D.    Hal-Hal Yang Disunahkan Sebelum Shalat Jum’at
1.       Mandi
2.       perpakaian yang baik  dan disunahkan berwarna putih
3.      Memakai wangi-wangian
4.      Memotong kuku
5.      Shalat tahiyatul masjid
6.      Membaca al-qur’an
7.      Secapatnya datang ke masjid
8.      Menggunting dan menyisir rambut dengan rapi
E.     Membiasakan Shalat Jum’at
Didalam al-qur’an dan hadits disebutkan bahwa hukum shalat jum’at adalah wajib bagi laki-laki dewasa. Meskipun demikian bagi anak-anak, tidak ada salahnya mengikuti shalat jum’at sebagai latihan membiasakan diri melaksanakan shalat jum’at.
PELAJARAN 3
SHALAT BAGI ORANG SAKIT
A.    Shalat Dengan Cara Duduk
Syarat shalat dengan duduk adalah sebagai berikut
1.      menghadap kiblat dan berniat shalat fardhu sambil duduk
2.      Takbiratul ihram dilanjut membaca doa iftitah, surat al-fatikhah dan salah satu surat dalam al-qur’an
3.      Rukuk dengan meletakkkan tangan di lutut(dengan menundukkan kepala)
4.      I’tidal dengan mengangkat kedua tangan(dengan kepala ditegakkan)
5.      Sujud dengan cara membungkukkan kepala dan badan
6.      Duduk tahiyat awal atau akhir dilakukan semampunya
7.      Shalat diakhiri salam dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri
B.     Shalat Dengan Cara Berbaring
Caranya:
1.      Dua kaki diarahkan ke kiblat, kepala ditinggikan dengan alas  bantal dan mukanya diarahkan ke kiblat. Selanjutnya berniat lalu takbiratul ihram denagn mengankat tangan
2.      Bersedekap, kemudian membaca doa iftitah, al-fatihah dan slah satu surat dalam al-qur’an. Ruku’ dan sujud cukup dengan isyarat
3.      Tahiyat awal dan akhir cukup dilakukan sesuai kemampuan/isyarat. Kedua tangan tidak bersedekap
4.      Salam dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri
PELAJARAN 4
PUASA RAMADHAN
A.    Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib puasa adalah sebagai berikut
1.      Islam
2.      Baligh
3.      Berakal sehat
4.      Suci dari haid dan nifas
5.      Mampu atau kuat berpuasa
B.     Rukun Puasa
1.      Niat
Dalam puasa ramadhan, niat harus sudah dilakukan pada malam hari atau paling lambat sebelum terbit fajar pada setiap hari bulan ramadhan, kecuali untuk puasa sunnah masih dibolehkan niat pada pagi harinya.
2.      Menahan diri
Menahan diri dari makna, minum, hubungan suami istri, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
C.    Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa
1.      Makan dan minum dengan sengaja pada siang hari
2.      Muntah dengan sengaja
3.      Keluar darah haid atau nifas
4.      Berhubungan suami istri pada siang hari
5.      Keluar air mani karena disengaja
6.      Gila
7.      Murtad
D.    Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa
1.      Orang yang sedang sakit
Orang sakit yang dibolehkan tidak berpuasa adalah dikarenakan beberapa hal berikut ini,
a.       Dikhawatirkan akan bertambah parah sakitnya apabila tetap melaksanakan puasa
b.      Akan memperlambat proses penyembuhan.
Bagi orang yang sakit menahun atau kecil kemungkinannya untuk sembuh, maka dia tidak diwajibkan untuk mengqadha puasa yang ditinggalkannya. Tetapi dia hanya diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin yang ukurannya kira-kira 600 gr beras untuksetiap hari puasa ramadhan yang ia tinggalkan. Tetapi jika tidak mampu atau bahkan untuk membiayai hidupnya dan keluarganya saja mengalami kesulitan, maka tidak ada kewajiban bagi orang tersebut membayar fidyah sampai ia mampu.
2.      Orang yang sedang dalam perjalanan
Orang tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut
a.       Jarak yang ditempuh kurang lebih 80,6 km
b.      Perjalanan yang ditempuh bukan untuk melakukan maksiat
Bagi orang yang tidak berpuasa saat dlam perjalanan, maka ia wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya di hari lainnya. Jika seorang yang berada dalam perjalanan itu kuat berpuasa, maka ia boleh berpuasa.
3.      Ibu hamil dan menyusui
Bagi ibu hamil yang menyusui dan ia khawatir terhadap anak yang sedang disusuinya, maka ia boleh berbuka, tetapi ia harus menggantinya pada hari yang lain dan membayar fidyah, yakni memberikan makan kepada orang miskin.
4.      Orang yang sudah lanjut usia
5.      Perempuan yang sedang haid atau nifas
Wanita yang sedang haid atau nifas haram berpuasa. Kalaupun ia berpuasa, maka puasanya batal dan ia wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya pada hari lain diluar bulan ramadhan.
E.     Niat Puasa Ramadhan                                                                                                                                             
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى
Artinya: "Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala"
F.     Doa Buka Puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.
PELAJARAN 5
AMALAN DI BULAN RAMADHAN
A.    Shalat Tarawih
Shalat tarawih ialah shalat sunah yang dikerjakan setelah shalat isya’ pada bulan ramadhan. Hukum sholat tarawih adalah sunah muakkad. Shalat tarawih boleh dikerjakan sendiri-sendiri, tapi sebaiknya dilakukan secara berjamaah. Waktunya ialah sesudah shalat isya’ sampai terbit fajar.
B.     Shalat Witir
Shalat witir adalah shalat sunah uang jumlah rakaatnya ganjil. Paling sedikit satu rakaat dan paling banyak tigabelas rakaat. Hukum melaksanakan shalat witir adalah sunah muakkad. Waktu pelaksanaannya setelah shalat isya’ sampai sebelum terbit fajar.
Keutamaan shalat witir, diataranya sebagai berikut:
1.      Pahala shalat witir nilainya lebih tinggi dari unta merah
2.      Shalat witir mengandung makna tentang keesaan Tuhan
3.      Agar orang islam terbiasa bangun tengah malam untuk melaksanakan qiyamullail
4.      Shalat witir sebagai penutup rangkaian shalat di malam hari

RPP FIQIH SEMESTER 2 KELAS 3

RPP FIQIH-KELAS-3-SMT-2 by fitriyana yulianti on Scribd

 

Perangkat Pembelajaran MI/SD Template by Ipietoon Cute Blog Design